WASHIGNTON--MI:Bukti baru mengenai batu yang mengandung karbonat di permukaan Mars menunjukkan bahwa setidaknya air zaman dulu di planet itu tidak seasam dugaan sebelumnya.
Dengan menggunakan spektrometer pada Mars Reconnaissance Orbiter, satu tim ilmuwan AS mendetektsi kandungan mineral karbonat di satu wilayah lembah yang disebut Nili Fossae.
Mineral itu barangkali berada di dalam batu vulkanik yang telah dilewati air yang pH-nya relatif netral, demikian antara lain isi studi mereka yang disiarkan dalam jurnal Science, terbitan paling terbaru.
Meskipun Mars telah memiliki bahan mentah bagi pembentukan karbonat --air, basal dan atmosfir yang berisi karbon dioksida-- para ilmuwan tidak dapat menemukan daerah luas yang berisi karbonat di Mars sebelumnya.
Salah satu penjelasan utama bagi misteri tersebut ialah air yang memiliki keasaman melarutkan karbonat atau menghalangi terbentuknya zat itu. Masa pertengahan di Mars, Hesperian, khususnya, telah diusulkan sebagai masa ketika cuaca yang memiliki keasaman biasa ditemukan.
Karbonat baru tersebut, yang terjadi pada pajanan kecil batu (kurang dari 10 kilometer persegi), disertai oleh mineral tanah lempung, sehingga menambah penjelasan bahwa air setempat bersifat netral atau bahkan mengandung alkalin pada saat mineral itu terbentuk.
Para penulis studi itu menyatakan bahwa Mars pada masa lalu memiliki bermacam lingkungan yang basah, yang keasaman airnya sangat bervariasi. "Keragaman semacam itu menjadi tanda yang baik bagi prospek lingkungan masa lalu yang dapat ditinggali di Mars," demikian kesimpulan mereka. (Xinhua-OANA/Ant/OL-01 )
FENOMENA LA NINA JAKARTA--MI: Curah hujan di Indonesia akan berada di atas rata-rata selama Januari-Maret 2009, sebagai dampak dari fenomena La Nina, yang kini sedang berkembang di Belahan Bumi Utara Khatulistiwa, demikian menurut ramalan cuaca dari Pusat Ramalan Iklim (CPC), Badan Nasional Kelautan dan Atmosfer AS (NOAA) yang dikirim lewat e-mail dari Camp Springs, Maryland, AS, baru-baru ini.
Berdasarkan observasi dan kecenderungan-kecenderungan akhir-akhir ini, kondisi La Nina tampaknya akan terus berkembang di musim Semi 2009 di Belahan Bumi Utara, menurut CPC.
Salah satu dampak dari La Nina, yang tidak biasanya datang terlambat ini, adalah curah hujan di atas rata-rata di Indonesia, CPC meramalkan. Selama Desember 2008, penyimpangan temperatur negatif di permukaan laut ekuatorial menguat di sepanjang Lautan Pasifik tengah dan timur. Angin timur tingkat bawah dan angin barat tingkat atas juga menguat di Lautan Pasifik ekuatorial. Secara kolektif, penyimpangan-penyimpangan (anomali) kelautan dan atmosfer ini menunjukkan terjadinya La Nina, menurut CPC. Dalam bahasa latin La Nina berarti 'gadis cilik'. La Nina merupakan suatu kondisi dimana terjadi penurunan suhu muka laut di kawasan Timur ekuator di Lautan Pasifik. (Ant/OL-01)
: Gerhana matahari cincin hanya akan mempengaruhi pasang-surut air laut di perairan Laut Jawa, kata prakirawan cuaca Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Maritim, Tanjung Perak, Surabaya, Supeno, Senin(26/1) sore.
"Gerhana matahari tidak banyak memberikan pengaruh pada ketinggian gelombang, kecuali pada pasang-surut air laut," katanya menjelaskan. Ia menyebutkan pasang maksimum air laut di Tanjung Perak, Senin malam sekitar pukul 22.00 WIB mencapai 110 sentimeter, sedangkan di Pantai Kenjeran mencapai 100 sentimeter. Sementara itu, untuk perairan di sebelah utara dan selatan Jawa Timur sama sekali tidak terpengaruh dengan peristiwa gerhana matahari yang terjadi Senin sore mulai pukul 15.21 WIB hingga pukul 16.42 WIB itu. "Gelombang Laut Jawa di utara Jawa Timur dan Samudera Indonesia di selatan Jawa Timur hari ini kondusif," kata Supeno. Meski begitu, dia meminta nelayan dan nakhoda kapal mewaspadai cuaca pada malam hari yang diperkirakan akan terjadi hujan lebat dengan kecepatan angin berkisar antara 10 kilometer hingga 25 kilometer per jam.
Supeno menambahkan, gerhana matahari cincin tidak bisa dilihat langsung dari wilayah Jawa Timur. Gerhana itu hanya bisa dilihat dari sebelah barat Pulau Jawa dan bagian timur Pulau Sumatera. (Ant/OL-06) **********************************************************************************
SELAMAT DATANG DI FORUM SISWA SDN LARANGAN JL. Raya Larangan No. 06 Kec. Candi Kode pos 61271 E-mail : sdlarangan@Gmail.com
Ntar, kita ajak kamu untuk saling berbagi, berpendapat, bisa curhat, pelajaran yang sulit / cara belajar yang mudah dan menyenangkan cukup hanya disini .....Aja..!!
Ssttt... Liat Ada temen kita yang lagi belajar. Met Belajar...yaa Kita masih tunggu ..... surat , foto kegiatan, hobby, pengalamn dan cerita seru lainnya dari teman - teman yang lain
Dari seekor semut anak dapat belajar banyak hal sekaligus. Tak hanya soal biologi dan ilmu serangga, tapi juga ilmu sosial seperti kerjasama dan gotong royong. Mengajak anak menikmati dan mengamati alam dapat menjadi ritual yang menyehatkan, menyenangkan, dan menambah pengetahuan mereka. Kebersamaan orangtua dan anak dapat dibangun saat berjalan-jalan di taman. Bersamaan dengan itu orangtua dapat membahas dan mengkaitkan banyak hal dengan benda-benda yang ada di taman, seperti bunga, rumput, pohon, serangga, burung, kolam, sungai, tong sampah, dan lainnya.
Hal-hal yang dapat dipelajari di lingkungan alam, antara lain:
Air, buat permainan dengan air seperti bagaimana jika balon diisi air, atau jika air dituangkan pada wadah bentuk bulat, kotak, dan sebagainya.
Tumbuh-tumbuhan, seperti pohon, semak-semak, bunga, dan rerumputan.
Hewan, menjelaskan bentuk, perilaku, dan habitat hewan.
Pasir, coba buat campuran pasir dengan air. Lalu buatlah istana pasir atau bentuk lainnya.
Warna alam, tunjukkan warna daun yang serupa (hijau muda dan hijau tua) juga perbedaan warna (daun berwarna hijau dengan daun berwarna merah tua atau cokelat pada tumbuhan tertentu.Memperlihatkan tempat yang membuat anak merasa nyaman dan dapat melihat pemandangan indah, seperti pergi ke puncak pass di Bogor atau berhiking ria di Gunung Bromo. Struktur, peralatan dan material dapat berubah sewaktu-waktu atau tergantung imajinasi anak. Misalnya, saat belajar tentang kaktus, lakukan penelitian kecil-kecilan, kaktus yang diberi banyak air dengan kaktus yang jarang disiram.
Dalam artikel Interaction with Nature during the Middle Years: It’s Importance in Children’s Development & Nature’s Future, Cohen dan Horn-Wingerg, mengatakan, dalam psikologi evolusioner manusia terdapat istilah biophilia. Biophilia adalah kebutuhan biologis manusia berinteraksi dengan alam dan respon positif manusia secara genetis dengan alam.
Penelitian membuktikan sepanjang sejarah manusia lebih dari 99 persen manusia hidup intim dengan alam, yaitu mencari makanan di hutan. “Namun, umumnya program pendidikan sekolah alam, mengajarkan alam berdasarkan pandangan atau pendekatan orang dewasa bukan perspektif anak,” kata Cohen. Seharusnya anak belajar lebih banyak otodidak dibanding teori semata. Alhasil jika konsep abstrak diajarkan pada anak usia terlalu dini seperti kerusakan hutan, atau lubang ozon di atmosfer. Anak akan bingung bahkan takut jika mendapat permasalahan di luar kemampuan kognitif, pemahaman dan kontrolnya. Kebalikan dari biophilia, ketakutan pada kehidupan alam dan masalah ekologi disebut dengan biophobia. Anak pun takut berhubungan dengan alam. Sebaiknya berikan anak penjelasan teori sesuai dengan kemampuan anak dan diimbangi dengan praktek. Ketika anak mengeksplorasi alam otomatis akan menimbulkan kecintaannnya pada alam.